Sabtu, 14 September 2013

Cara Syetan Menelanjangi Wanita

Cara Syetan Menelanjangi Wanita
Syetan sangat tidak suka kalau ada manusia yang taat kepada Allah. Karena itulah syetan selalu berusaha menggoda manusia agar tergelincir dari jalan Allah. Dalam menggoda manusia, syetan memiliki berbagai cara dan strategi. Dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su’). Setan seakan mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah.

Salah satu sebab kehancuran umat manusia adalah karena hubungan lawan jenis yang tidak sah (zina). Dan sebelum terjadinya hubungan ini, biasanya didahului dengan saling memandang, saling tertarik, lalu saling bertemu, dan selanjutnya saling bermaksiat. Untuk menyukseskan terjadinya proses kemaksiatan inilah syetan berusaha melepaskan hijab atau pakaian muslimah. Lepasnya hijab muslimah merupakan jalan licin yang mudah menggelincirkan manusia dari ketaatan kepada Allah.

Berikut adalah tahap-tahap yang digunakan oleh syetan dalam melepas pakaian muslimah, membuat si wanita tidak memiliki rasa malu sama sekali.

Menghilangkan Definisi Hijab
Dalam tahap ini setan membisikkan kepada para wanita, bahwa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar’i, pakaian dengan apa pun bentuk dan namanya tetap pakaian. Yang ada hanyalah budaya dalam berpakaian, atau berpakaian ala budaya tertentu.

Akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai. Inilah bahayanya ketika hijab dianggap sebagai budaya, berbeda halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahwa hijab adalah pakaian syar’i (identitas keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekadar mode (fashion). Hidup kapan pun, dan di mana pun, maka hijab syar’i tetap dipertahankan. Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka setan beralih dengan strategi yang lebih halus. Caranya, bagaimana?

Pertama, Membuka Bagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah kebiasaannya terbuka, maka setan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit meningkatkan model yakni membuka bagian hasta (antara siku hingga telapak tangan). “Ah tidak apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang?” Begitu bisikan setan. Dan benar si wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa saja. Maka setan berbisik, “Tuh, tidak apa-apa kan?”

Kedua, Membuka Leher dan Dada
Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah setan untuk membisikkan hal yang baru lagi. “Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni angkatlah ujung jilbab yang menjulur ke bawah itu dan lilitkan ke leher. Atau angkat ujung jilbab dan letakkan di kepala.” Ketika seorang wanita menurutinya ada dua hal yang mulai terbuka, yakni leher bagian bawah dan dada bagian atas. Eit, tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekadar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak panas. Kata syetan, “Cobalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya sebagian kecil saja yang terbuka.”

Ketiga, Mempersempit ukuran pakaian
Syetan berbisik lagi, “Pakaianmu hanya gitu-gitu saja, kayak ndak punya selera aja?” Kemudian si wanita berpikir, “Tapi apa ya?” tuturnya. “Banyak kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih indah dipandang mata,” syetan memberi ide baru.

Maka tergodalah si wanita, dicarilah mode pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparan. “Mungkin tak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan modenya saja yang agak berbeda, biar nampak lebih feminin,” begitu dia menambah. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparan. Bahkan saking mininya pakaian itu kadang-kadang bagian pinggang atau perut terbuka, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita berpakaian tetapi telanjang.

Keempat, Celana panjang ketat
Setelah para wanita muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syetan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan ide baru yang tampak trendy. Dibisiki wanita itu, “Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa tak sebaiknya dibelah sedikit ke atas? Dengan itu kamu akan lebih santai, lebih kelihatan lincah dan energik.” Lalu dicobalah ide baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bagian bawah hingga lutut atau tak jarang yang diganti dengan celana panjang nan ketat. Ternyata benar, terasa lebih leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik kendaraan. “Yah tersingkap sedikit tak apa-apalah, yang penting enjoy,” katanya.

Inilah tahapan awal syetan merusak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya mode, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeda dengan hijab syar’i yang sebenarnya. Maka kini mulailah syetan pada tahap berikutnya.

Membuka Sedikit Demi Sedikit
Keberhasilan pada tahap pertama membuat syetan melangkah lagi, dengan tipu daya lain yang lebih ‘gila-gilaan’, tujuannya agar para wanita menampakkan bagian aurat tubuhnya.

1. Membuka Telapak Kaki dan Tumit
Syetan berbisik kepada para wanita, “Baju panjang benar-benar tidak nyaman, kalau hanya dengan membelah sedikit masih kurang leluasa, lebih baik kalau dipotong saja hingga atas mata kaki.” Ini baru agak longgar.

“Oh ada yang yang terlupa, kalau kamu pakai baju yang seperti itu, maka jilbab yang besar tidak seimbang lagi dengan pakaianmu, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi. Yang penting orang tetap menamakannya dengan jilbab.” Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini terburu-buru mencari mode pakaian yang dimaksudkan.

2. Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
Terbukanya telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang yang melihat juga tidak begitu ambil peduli. Maka syetan kembali berbisik, “Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak ada reaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang kampungan yang kolot. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cobalah kamu cari mode lain yang lebih menarik, bukankah kini banyak bawahan separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu khawatir, hanya terlihat kira-kira 10 cm saja.”

Benar-benar bisikan syetan dan hawa nafsu telah menjadi penasihat pribadinya, sehingga apa saja yang dibisikkan syetan dalam jiwanya dia turutkan. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

3. Terbuka Seluruh Betis
Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, syetan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang si wanita berpikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun bisikan syetan dan hawa nafsu menyahut, “Ah jelas tidak, kan sekarang zaman sudah berubah.”

“Tetapi, apakah itu tidak menjadi fitnah bagi kaum lelaki?” pikir wanita. “Fitnah? Ah itu kan zaman dulu, di masa itu kaum lelaki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeda, kini kaum lelaki kalau melihat bagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan wow. Bukankah ini berarti sudah tidak ada lagi fitnah, karena sama-sama suka? Lihat saja mode pakaian di mana-mana, dari pasar malam hingga mall, semuanya memperagakan mode yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikutinya, akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman.”

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis akhirnya menjadi kebiasaan, apalagi banyak orang yang memakainya. Sementara itu, yang mempermasalahkan sedikit sekali.

Kini tibalah saatnya setan melancarkan tahap terakhir dari tipu dayanya untuk melucuti hijab wanita.

Serba Mini
Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari-hari dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan syetan yang lain. “Pakaian memerlukan variasi, jangan yang itu-itu saja, sekarang ini mode rok mini. Dan agar sepadan rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah.”

Maka akhirnya rok mini yang menampakkan bagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bagian punggungnya dan berbagai mode lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian untuk berpesta, bersosial, pakaian kerja, pakaian resmi, pakaian malam, petang, musim panas, musim sejuk dan lain-lain, semuanya telah dicoba.

Begitulah sesuatu yang sepertinya mustahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh setan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia. Hingga suatu ketika, muncul ide untuk berjalan-jalan di kolam renang atau ke pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bagian yang paling sensitif saja yang ditutupi. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan ‘bikini’.

Karena semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na’udzubillah bisikan syetan berhasil, tujuannya tercapai.”Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan lelaki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu,” kata syetan yang tak ingin ikut menanggung risiko.

Penutup

Betapa halus cara yang digunakan setan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larut, karena kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka akan menjadi sukar bagi kita untuk mengatasinya. Membiarkan mereka membuka aurat berarti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah. Kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan baik di dunia maupun di akhirat. Wallahu a’lam bisshawab.

Oleh Islampos.com

Jumat, 13 September 2013

Antara Orang Gigih dan Keras Kepala

Perbedaan antara orang gigih dan orang keras kepala adalah, orang yang gigih seringkali memiliki keinginan yang kuat, sedangkan orang yang keras kepala memiliki ketidak-inginan yang kuat.

Dan Ketika Takdir Memisahkan Kita

Ketika Takdir Memisahkan Kita
Sarah begitu terpukul, dunia yang ia rasa tak sama lagi sejak dua pekan yang lalu. Suaminya meninggal pekan itu, di usia pernikahan mereka yang belum genap setahun. Ia menikah Desember tahun lalu. Dan ada hal yang semakin membuatnya sedih, ia belum sempat hamil dari pernikahannya itu.

Ia paham bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik untuk dirinya, dan takdir Allah tak pernah salah. Namun, ia menemukan dirinya sangat sulit mengatasi rasa sedih akibat kehilangan itu. Seringkali ia berdoa bahwa dirinya hamil sebelum kepulangan suaminya sehingga dapat menjadi kenang-kenangan yang indah tentang mereka. Ia coba alihkan ksedihannya dengan membaca Quran, ia labuhkan dirinya dalam doa, namun perasaan putus asa dan kesedihan tetap saja menggelayut. Apa yang harus ia lakukan..

Dr. Maryam Bachmeier, seorang psikolog Muslimah dari Universitas Argosy  dalam lansiran OnIslam menjelaskan bahwa, perasaan putus asa seketika setelah kehilangan seseorang yang kita cintai sangatlah normal, terlebih orang tersebut adalah suami yang hidupnya telah menyatu dalam kehidupan kita dengan segala harapan dan impian bersama tentang masa depan.

Dan yang harus diingat adalah proses kesedihan ini bukanlah sesuatu yang harus “diatasi”. Jika memang perlu menangis, biarkan air mata itu jatuh. Jika kita perlu berbicara dengan seseorang, temuilah seseorang yang dapat mendengarkan dan memungkinkan kita untuk memproses segala sesuatu yang kita rasakan dan pikirkan. Jika kita memerlukan beberapa waktu untuk diri sendiri, biarkan orang tahu, dan sediakan waktu untuk bersendiri. Permudahlah diri kita. Kehilangan yang seperti Sarah alami  baru saja terjadi, dan ia bahkan hampir belum menyadari sepenuhnya apa yang baru saja terjadi. Diperlukan waktu untuk benar-benar menyadari dan menerima kenyataan hidup.

Kehilangan orang yang kita cintai bukanlah hal yang harus kita atasi, itu adalah sebuah pengalaman hidup yang secara perlahan harus kita lewati, melalui dengan perlahan badai emosi yang tak menentu. Yakinlah..yakinlah sementara kita berada di kedalaman kesedihan kita, bahwa Allah yang menggenggam jiwa kita, dan jiwa orang yang kita cintai pun kini ada dalam genggamanNya. Dan jiwa kita lah kini yang menjadi pusat badai emosi itu, dan dalam pusat itu, tak akan ada yang tersakiti. Emosi tersebut akan berputar-putar dalam diri kita, dan bahkan dapat memerangkap pikiran kita dari waktu ke waktu sepanjang kita memikirkan peristiwa kehilangan itu. Namun akhirnya badai akan tenang. Percayalah.

Untuk sementara waktu mungkin kita merasa hidup seperti tidak adil, atau merasa tak sanggup untuk melanjutkan hidup tanpa dirinya. Karena mungkin kita telah merencanakan masa depan dengannya, dan sudah demikian nyaman dengan proses yang sedang berlangsung, namun rencana ini sekarang harus berubah. Hidup kita memang akan berbeda tanpanya, dan ini memerlukan proses adaptasi yang gigih dan tak terduga untuk kita. Ini semua sangat normal. Kesedihan kita saat ini juga sangat-sangat normal. Ini adalah proses yang alamiah.

Ketika kita terus maju melalui semua rasa pada tahapan proses kesedihan tersebut, pada akhirnya kita akan mulai merasa menjejak bumi kembali, stabil, dan kembali berkeinginan menjalankan fungsi diri kita secara normal. Kita akan mengalami apa yang kita sebut “norma baru”, dan meskipun kehidupan tersebut berbeda dari yang kita harapkan, kita akan berada di rute hidup  kita lagi. Untuk saat seperti ini, kita harus bersikap baik dan lembut pada diri sendiri, dan biarkan diri kita merasakan apa pun yang ingin kita rasakan. Pada satu sisi yang mungkin tidak kita sadari adalah bahwa ada sebuah kebahagiaan dalam diri kita, karena seseorang yang menjadi bagian diri kita kini sudah bersama Allah. Namun ego pribadi dan sisi kita yang lain yang melekat pada drama Kehidupan Bumi-lah yang kehilangan dirinya saat ini. Itu bukan masalah. Biarlah itu kita sadari apa adanya. Berdoalah kepada Allah agar Allah menghibur kita. Hanya Allah-lah ‘teman’ kita sesungguhnya.

Kini, prioritaskanlah diri kita dan waktu yang kita miliki untuk proses ini. Kelilingilah diri kita dengan orang-orang yang menyayangi dan mengerti bahwa kita membutuhkan mereka namun juga memahami bahwa kita membutuhkan waktu untuk sendiri. Jadilah sealamiah mungkin dan pastikan kita memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar kita, seperti kebersihan, makan makanan yang sehat dan sekedar berjalan-jalan untuk menggerakkan badan.

Dan kadang-kadang akan cukup membantu untuk memiliki satu atau dua orang yang akan menjadi juru bicara untuk berbicara dengan orang lain atas nama Anda. Pada saat seperti ini, orang mungkin ingin datang mengunjungi kita atau menghubungi kita, dan kita mungkin hanya ingin berada dengan beberapa orang yang membuat kita benar-benar merasa nyaman. Jika hal ini terjadi, maka lakukan saja hal ini dan berikan izin kepada anggota keluarga atau teman kepercayaan untuk menjadi penghubung kita dengan orang lain. Hal ini dapat diterima dan orang biasanya menghormati keputusan seperti ini.

Jadi, luangkan waktu sebanyak apapun yang kita butuhkan untuk diri sendiri, namun pada  saat yang sama kita juga merangkul dukungan dari orang-orang yang kita merasa nyaman dengan mereka untuk mencegah dari mengisolir diri sendiri.

Oleh esqiel/muslimahzone.com

Kamis, 12 September 2013

Ketika Media Sosial Membuat Asmara Makin Rumit

Ketika Media Sosial Membuat Asmara Makin RumitIni sebenarnya bukan hal baru. Bukan, bukan soal wanita itu. Tapi soal kamu yang memeriksa Twitter dia. Kamu yang selalu ingin tahu apa yang dilakukan pasanganmu di media sosial. Kamu rutin membuka profil Twitternya hanya untuk mengetahui isi tweet-tweetnya, siapa saja yang mention dia, dan tweet apa saja yang dia retweet dan favoritkan. Siapa lima follower barunya hari ini, siapa saja yang dia follow minggu ini, dan apakah ada mantannya di antara orang-orang itu?

Selain itu kamu juga rutin membuka profil Facebook dia. Melihat siapa saja yang meninggalkan sesuatu di wall-nya, siapa saja yang mengomentari statusnya, adakah wanita lain menandai (tag) dia di foto dan sebagainya. Kadang, hal-hal biasa bisa jadi amat luar biasa jika terjadi di media sosial. Berikut ini 10 kondisi ketika media sosial membuat hubungan asmara makin rumit:


  1. Kamu berbalas tweet dan/atau menulis sesuatu di wall Facebook mantanmu.
  2. Kamu berbalas tweet dan/atau menulis sesuatu di wall Facebook pria lain.
  3. Kamu tidak berbalas tweet dan/atau menulis sesuatu di wall Facebook pacarmu.
  4. Kamu mengatakan kamu sedang di rumah, tapi kamu check-in di sebuah kedai kopi di Foursquare, bersama seorang pria.
  5. Kamu membaca artikel berjudul "Ketika Media Sosial Membuat Asmara Makin Rumit", yang lalu kamu bagikan di Twitter (kemudian pacarmu bertanya apa alasan kamu membagikannya di Twitter).
  6.  Kamu tidak memasang status "In A Relationship" di Facebook (Eduardo Saverin — salah satu pendiri Facebook — pun mengalami hal ini di film "The Social Network").
  7. Kamu masih menyimpan foto mantanmu di album foto Facebook.
  8. Kamu baru saja Hangout dengan mantanmu di Google+.
  9. Kamu memiliki album privat yang berisi fotomu dengan selingkuhan di Flickr (dan entah bagaimana caranya bisa ketahuan pacar).
  10.  Kamu sedang berselisih paham dengan pacar, kamu terbawa emosi dan melampiaskan kemarahanmu di Twitter (percayalah tidak ada gunanya melampiaskan kemarahan dan kesedihan yang berlebih di media sosial — kecuali kamu Aurel).


Media sosial kadang jadi bumerang di beberapa aspek kehidupan, termasuk hubungan asmara. Curiga, ingin tahu, dan protektif yang berlebih adalah akibat dari penggunaan media sosial yang kurang bijak.

Entah kenapa, saya merasa hubungan asmara dulu tidak serumit sekarang. Setuju? Harus setuju!


Oleh Gelar Pradipta Utama | Yahoo She

4 Langkah Cara Hindari Masalah Asmara Cinta di Media Sosial

4 Langkah Cara Hindari Masalah Asmara Cinta di Media SosialDedy Sulistiyanto sampai harus putus dengan pacarnya gara-gara terlalu aktif di Twitter. Lucy berpendapat, tingkat perselingkuhan jadi meningkat tajam sejak adanya Facebook. Sementara itu, Rina hampir saja putus dengan pacarnya karena ia masih menyimpan fotonya bersama mantan di Facebook.

Sebenarnya, kerumitan-kerumitan seperti ini bisa dihindari dengan mudah. Pertengkaran karena media sosial, sangat tidak perlu terjadi. Masih lebih banyak hal seru yang bisa kalian lakukan berdua daripada berdebat tentang tweet.

Inilah beberapa cara agar kamu dan pasanganmu tidak bertengkar hanya karena masalah-masalah sepele di media sosial.

1. Percaya
Jika tercipta kepercayaan di antara kalian, niscaya tidak akan ada komentar, "Siapa sih dia? Kok sering banget mention kamu," atau, "Kok kamu masih simpan foto berdua mantan kamu di Facebook?" atau, "Itu kamu foto sama siapa di Instagram?"

Hukum paling dasar dari sebuah hubungan adalah, kepercayaan. Bila poin ini masih kamu miliki bersama pasangan kamu, tidak peduli sesering apa pacarmu mention, berbalas wall, dan Hangout dengan wanita lain, kamu tidak akan peduli. Toh kamu masih percaya dengannya. Tapi ini tidak mudah.

2. Jangan kepo
Keuntungan dan juga kerugian dari media sosial adalah, hampir seluruh aktivitas kamu bisa dilacak. Mention, wall, foto, hingga pertemanan baru, semua dapat diketahui semudah membuka halaman profil.

Belum cukup? Jika kamu kepo (penasaran) dalam kadar dan dedikasi tinggi, kamu bisa gunakan mesin pencari di setiap media sosial. Cukup masukkan hashtag, username, atau bahkan keyword tertentu. Begitu mudah untuk kepo di media sosial.

Tapi ada baiknya kamu tidak memanfaatkan fitur-fitur ini berlebihan. Tidak perlu memeriksa siapa saja yang hari ini mention pacarmu —> lalu menemukan username wanita yang berkali-kali mention dia —> yang lalu kamu cari usernamenya di Twitter — dan mencari tahu lebih lanjut siapa dia, di mana dia kerja, seperti apa mukanya, dan apa hubungannya dengan pacarmu.

Setelah begitu banyak emosi dan pikiran yang kamu keluarkan, ternyata wanita ini hanya teman lama pacarmu. Bayangkan berapa banyak waktu, pertengkaran, dan emosi yang bisa kamu simpan jika kamu tidak kepo sedari awal.

3. Jangan saling follow
Jika kamu dan pasangan susah percaya satu sama lain — sementara hasrat penasaran juga tak bisa dikendalikan — mungkin sudah saatnya menjadi sedikit lebih dewasa.
Jangan berteman dengan pasanganmu di media sosial.

Mudah saja, hal ini untuk mengurangi masalah-masalah kecil yang dapat muncul saat kamu melihat tweet, wall, atau aktivitas dia lainnya di media sosial. Semua dapat dihindari jika kamu tak berteman dengannya. Kamu tak perlu melihat tweetnya di timeline kamu.

Mungkin sesekali kamu akan meluangkan waktu untuk memeriksa profilnya, mungkin sesekali kamu akan bertanya padanya apa saja yang dia lakukan, mungkin sesekali kamu akan mempertanyakan beberapa maksud tweetnya, tapi saat itu kalian berdua sudah tidak terlalu peduli pada hal ini.

Kurangnya interaksi online akan membuat kalian berdua lebih memilih menghabiskan waktu berkualitas daripada mempermasalahkan tweet dan wall.

4. Jangan buat akun media sosial
Sudah tidak berteman, namun justru kamu semakin sulit percaya padanya? Kamu lebih sering memeriksa profilnya, tab mention, hingga mencoba masuk ke akunnya dan memeriksa pesan pribadinya?

Hmm, mungkin sudah saatnya kamu memikirkan untuk tidak menggunakan media sosial.

Apakah menggunakan media sosial membuat hubungan kalian lebih tenteram? Apakah Twitter menjadi tempat kalian berdua saling memberi semangat tiap pagi? Apakah Google+ menjadi tempat kamu Hangout berdua saat kalian jauh?

Apakah Facebook jadi tempat kalian mengunggah foto saat kencan? Jika ya, berarti Twitter, Facebook, dan semacamnya sudah membantu hubungan kalian menjadi lebih baik.

Apakah media sosial membuat kalian berdua menghabiskan waktu bersama kalian yang sedikit untuk bertengkar? Apakah kamu lebih memilih membalas mention mantan daripada mention pacarmu? Apa kamu lebih memilih membongkar akun pacarmu, daripada memberi ia semangat saat bekerja?

Apa kamu lebih sering mempermasalahkan fotonya di Facebook bersama teman-temannya daripada memujinya saat dia mengirimkan tautan videonya di YouTube yang khusus dibuat untukmu?

Jika ya, mungkin kamu perlu berpikir ulang tentang menggunakan media sosial.

Oleh Gelar Pradipta Utama | Yahoo She

Kata Bijak: Orang Sukses Fokus pada Fikiranya

Orang yang sukses selalu memusatkan pikiran pada apa yang diinginkan dalam hidupnya, bukan memikirkan apa yang tidak diinginkannya.

Quotes: Tujuan Kesuksesan

Semua orang sukses memiliki sasaran yang ingin dicapai. Tidak seorangpun bisa sampai ke tujuannya kecuali ia tahu mau menuju kemana dan apa yang ingin dilakukannya. (Norman Vincent Peale)